Ae. R


Kamis, 05 November 2015

tanpa judul saja

tutur kata
menata makna

turun atau lanjutkan
jika memang sandiwara
harus ada akhir cerita

bukan cerita penyair pikun
lupa makna tutur sebuah kata
mati di panggung hiburan
jadi sajak tanpa judul

ae.10102015


Kamis, 17 Juli 2014

Teka Teki Disilangkan

Satu - satu
Dua dan tiga
Kata demi kata
Mengungkap makna

Aksara hidup
Hadapi apa dan siapa
Angka atau huruf
Yang merenggut

Takdir saling silang
Dalam tafsir keinginan
Sementara terang
Tetap tak terlihat

Ae,170714

Senin, 18 November 2013

Ketika Puisi Menghakimi

kata - kata
berserakan serupa belulang
sisa daging yang terbakar angkara murka

sajak indah puisi malam
bukan syair pun kidung suci
yang membuat semesta terkesima

hanya kata penghakiman
yang di kemas penyesalan diri
ketika puisi menghakimi
penyair bukanlah sosok suci
 hanya seonggok daging busuk
menghisap bau sendiri


Ae,11182013





Bersamamu

Membangun mimpi,
Nyatakan hidup di jalanmu
Hingga suara itu bukan semata gema
Rindu yang memeluk sunyi

Bersamamu,
Sepi bukan lagi mimpi
Yang berjalan tanpa arah pasti
Di dalam kesunyian



Ae,05112013

Warta Malam

Semakin menyeramkan
Status juga catatan hari
Kebijakanpun tak lagi seperti hujan
Yang memahami kemarau panjang

Si garang, serukan asma saling serang
Lempar batu memecah kasus
Entah apa yang di rebutkan

Hanya ketololan
Yang di pertontonkan
Di persimpangan jalan

Sementara koruptor
Asik berebut palu, lelang ketukan
Di meja perkara

Dan, anak malam di gulung kelam
Terseret arus gelombang hidup
Lelap dipelukan karang hitam

Retak atau memang sudah pecah
Lambung sejarah negeri bertuah
Hingga perahu layar anak pertiwi
Perlahan tenggelam lalu karam
Sebab sang nahkoda lupa kemudi,
asik merias wajah di antara resah




Ae,06112013

Lelaku yang berlalu

Serupa pertanda
Yang akan menghias pusara
Sekarang atau nanti sama saja
Kata - kata yang berkata
Laku - laku yang berlaku

Lalu apa yang tumbuh
Di atas tanah pemakaman
Semboja atau ilalang
Lambang dari benih yang di tanam

Sekarang atau nanti sama saja
Kata - kata serupa pemakaman
Lelaku yang berlalu



Ae,07112013

Ketika Pena Bergerak

Ketika pena bergerak
Menuliskan yang tersirat
Abstrak menjadi nyata

Dan, dirimu
Bukan genap pun ganjil sebuah bilangan
Hingga rindu bukan lagi hitungan
Dalam waktu yang tak berujung

Ketika pena bergerak
Namamu menjadi nyata
Bukan hayal malam
Tafsirkan kitab pengampunan

Ketika pena bergerak
Nyatakan sebuah isyarat
Kopiku kopimu tumpah
Tak perlu bertanya salah siapa



Ae,11112013

Ada Rindu di Gelas Kopiku

debar ini serupa debur
mengombak di lingkar dada
menerjang segala ragu, menujumu
tempat segala riak dan ombak menepi

aku dan kopi hitamku
cerita yang takkan pernah berakhir
menyatu dalam gelas kehidupan
menanti nafas di ujung hembusan
hingga lelap dalam dingin pelukkan kematian
tinggalkan gelas yang entah
utuh menyatu semesta atau pecah berserak
menjadi duri kehidupan

ada rindu di kopiku
ada rindu di hitamku


Ae, 11172013



Kehadiranmu Nyatakan Hidupku

kamu,
bukan sekepul asap
nampak sesaat lalu lesap
sirna tiada tanda
hadirmu,
isyarat pertanda jejak
rindu yang berjalan
membelah belantara
jelajahi samudera
bersujud menuju langit
berserah menyatu semesta


Ae,111713



Sabtu, 16 November 2013

Mak, ini teringat kerinduan

Enam Tahun Berlalu
Karya : Mariya Ummi Siahan
14 Januari 2013 pukul 16:48


Enam tahun berlalu dan rindu menganak dalam sendu.
Rindu yang menyayat kebersamaan seakan menemui titik perpisahan.
Aku seraya membeku seperti sepinya diam yang siap mematikan.
Gelap yang kuhirup dalam detiknya menambah sesak yang senantiasa menguliti sekujur bahagia.
Kepulanganmu meninggalkan segarit tangis kehilangan.

Enam tahun lamanya duka menjerat kelopak mata.
Embun yang bergulir menyelinap datang seakan mengurat di pertapaan jiwa.
Aku dan duka tumbuh seirama tanpa nada.
Mak, aku ingin pulang seperti engkau yang kini bersidekap dengan Tuhan.


FOKUS, UMSU

Senin, 15 Juli 2013

Duhai Semesta

begitu indah!
ketika kematian
melahirkan puisi-puisi

mengerikan sekali
ketika pemahaman keyakinan
mewujud kedengkian dalam kehidupan

hari ini polisi jadi korban
pantaskah aku bertanya
siapa lagi korban hari esok?

aku atau kamu!
akankah tertawa bahagia
jika nanti anak cucu kita
mengatasnamakan asma-asma
menganggap suci perbuatan hina
menebar kebencian pada sesama
lalu membunuh atasnamakan tuhannya

tak ingin kubertanya siapa korban esok
tapi jika saja aku bisa memohon pada semesta
semoga esok tak ada lagi pertumpahan darah
atasnama perbedaan sara atau idiologi pemujaan


Ae,01092012

Sajak Anak TK

kata - kata
serupa pisau bedah
untuk membelah dada sendiri
temukan degup jantung
atau menyayat nadi menusuk hati
mencari di mana denyut itu sembunyi
temukan kebenaran suara hati
hingga akhirnya tak perlu merasa diri paling suci
dengan apa yang di imani
kata - kata
mampu membuat jalanan bersimbah darah
sebab kebaikan hanyalah filsafat hayalan sunyi
berebut pandang benar salah sebuah bacaan
keyakinan jadi arena perang dingin perbedaan
tuhan hanyalah alasan pembenaran
menjadi kata tak terjemahkan dalam perbuatan

kata - kata
bisa membuat kita sama
sama - sama sok tahu
sama - sama sok suci
sama - sama merasa
paling pintar paling benar
seperti anak tk yang baru belajar
berkata - kata

Ae, Jatinangor 050513

Melati di Senyummu

Ketika puisi khusuk berdzikir
Sajakpun menggema puja
Tetap saja,
Tak sewangi melati
Kecuali tulus senyummu
Saat suguhkan segelas kopi
Melatipun layu malu pada terang mentari
Di dalam ucap dan lakumu


09072013,Aengang

Hadirku di Dalammu

sepetak tanah
mengubur rindu
berpeluk do'a di senyummu
rindu bangkit menyapaku
selamat pagi!

hadirmu,
semoga saja tak seperti kilat
yang datang sebagai pertanda
terangnya se saat lalu lenyap
tinggalkan badai atau gerimis


080713,Aengang


^____*

sapa dalam senyummu,
sebuah karya luar biasa
lebihi nikmat hidangan berbuka
kalahkan manisnya es kelapa muda

Aengang


Lebih Baik Sleeping Daripada Sweeping

Hanya Facebook yang tahu
Status manis atau sinis
Ketika pengetahuan,
Dibuat pintar sebelum benar
Menutup buku lembaran hayal
Busung dada merasa bisa
Tindakan konyol n to..lol
Ingin dianggap mulia

Tafsirmu tak jauh beda dengan puisiku
Bukan hujan yang mampu suburkan lahan gersang
Biasa saja!



070713,Aengang

Kumaha Dinya

Paingan aya paribasana
Hidup adalah pilihan pajarkeun teh
Duka teuing milih naon
Milih rw atawa presiden!?
Milih baju jeung sendal keur lebaran
Milih pisalakieun atawa pipamajikaneun
Milih bener atawa salah
Kumaha dinya we rek milih naon
Meungpeung can jadi bangke
Nu euweuh dina pilihan



10072013, Aengang
RindangMu

Di bawah rindang
Tak ada dendang
Sebab sejuk semilir
Kalahkan berjuta syair 

150713, Aengang

Toleransi

Kembali
Memecah
Khusuk hilang
Itikad rusuh
Membuncah

Usil bertaruh dalil
Saling menghargai
Antara siapa!?
Nalar nanar
Pintar mengguru
Hakimi hidup dengan batu

Kawan,
Buka mata luaskan dada
Bukan berarti tak sejalan
Harus bermusuhan

Toleransi,
Antara siapa!?
Tak harus sama
Kita berjalan
Menuju kematian
Bayi kembarpun,
Tak lahir bersamaan




150713, Aengang

Rabu, 03 April 2013

Tanpa Judul

Jika maaf enggan berucap
Bagaimana bisa memakna sikap
Apalagi bicara moral yang sebumi arti
Percuma saja membaca kitab,
Jika hidup tetap misteri sunyi
Dan tetap jadi cerita
Tanpa judul


Ae, 0200413