Ae. R


Sabtu, 09 Juli 2011

Liu

temaram bilik - bilik 
tawarkan kenikmatan
sepakati transaksi siap
berdendang...

namanya Liu,
kembang impor dari negeri bambu
mulus dan cantik berdarah amrik
lama menjadi warga indonesia

Liu-liu berdarah asli
tak kalah mulus beradu cantik

sandarkan nasib pada malam
gantungkan hidup di bawah temaram
mulus dan cantik, di tikam zaman
terkapar di cumbu ketidak adilan

sekedar menyambung hidup
pada paha berharap bahagia
karena itu yang mereka punya

Liu! kau bukanlah seorang pendosa
kau lebih terhormat dari mereka
yang melacurkan keadilan
yang telah merampok keringat ibu dan ayahmu


Abdi,Bandung 1998

Ibu dan Bapakku

Mencumbu karang
Di atas piring kutaruh gelombang
Derunya kujadikan santapan 
Hingga laut ku jadikan Ibuku

Pedih perih ku jadikan bunga
Menyibak duri di wangi mawar 
Ku ikuti aliran darah ke tengah rimba
Hingga belantara ku jadikan Bapakku

Setubuhi waktu mendekap makna
Senggama kata berbagi kalimat
ku melihat kejujuran, dan keadilan
Tak berdaya di bau ketiak-ketiak kehidupan

Ibuku lebih terhormat dari kejujuran
Bapakku lebih mulia dari keadilan



Abdie,11022007


Tergadai Kembang

di terik siang
terkubur debu
di dingin malam
berselimut kelam

tertidur kembang,
lelap di pelukan kemiskinan
peluh mengucur di piring kosong
sengal nafas memburu haru

bulir bening tenggelamkan nurani
di laut pasang menderu gelombang
mengucur peluh, lunglai di ranjang niaga
kembang tergadai di taman impian 

terbenam di pinggiran kota
gubug miring dan piring plastik
nyanyikan rasa pada kejora
sabdakan tubuh di keluh malam

kembangku malang,
terpasung kemiskinan
tergadai di tanah kelahiran


Abdie,10122010